Pada tanggal 13 Oktober 2025 Mahasiswa/i Prodi Manajemen, Universitas Pamulang PSDKU Serang telah mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Mahasiswa yang bertempat di SMK Al-Khaeriyah Pengampelan Kota Serang. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen sekaligus pembimbing kegiatan ini yaitu Khalifa Damalin Ayunda, S.M., M.M. serta mahasiswa/i yang bernama Dinda Ayu Lestari, Jeni Enjelika dan Iqbal Maulana. Berdasarkan judul PKM kami yaitu “Penerapan Metode Budgeting 50% Kebutuhan, 30% Keinginan, 20% Tabungan Dalam Pengelolaan Uang Jajan Harian Siswa”. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengelola uang dengan bijak, memperioritaskan kebutuhan dan menghindari pemborosan.
Di era modern ini, kemampuan mengelola keuangan bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan esensial yang akan menentukan kualitas hidup seseorang di masa depan. Namun, realitas menunjukkan bahwa mayoritas siswa masih belum memiliki pemahaman yang memadai tentang prinsip-prinsip dasar pengelolaan keuangan.
Berdasarkan survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, tingkat literasi keuangan di Indonesia masih berada pada level 38,03%, dengan kelompok usia remaja menunjukkan angka yang lebih rendah yaitu sekitar 28,7%. Kondisi ini mengindikasikan bahwa sebagian besar remaja, termasuk siswa, belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam mengelola keuangan pribadi mereka.
Acara dalam kegiatan ini berupa sosialisasi tentang pengelolaan keuangan, melatih siswa membuat anggaran sederhana dengan metode budgeting 50-30-20 serta membentuk kebiasaan menabung dan pengelolaan keuangan yang baik.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan konsep metode budgeting 50-30-20 dengan penjelasan dari masing-masing porsi (50% kebutuhan pokok, 30% keinginan, 20% tabungan) serta pelatihan cara mencatat pemasukan dan pengeluaran uang jajan harian dengan aplikasi yang mudah. Kegiatan ini juga penting untuk meningkatkan kedisiplinan siswa/i dalam pengelolaan keuangan harian.
Dampak dari kegiatan ini cukup signifikan terlihat dari antusias para siswa/i yang mendengarkan dan juga memahami materi yang disampaikan sehingga memotivasi mereka agar mampu mengatur pengeluaran sesuai porsi kebutuhan dan keinginan serta mulai menabung secara rutin. Melalui kegiatan ini secara tidak langsung memberikan kontribusi pembentukan karakter disiplin finansial dan pengurangan perilaku boros dimasa depan. Peningkatan literasi keuangan juga memperkuat kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan ekonomi yang kompleks.
Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini mendapatkan respon positif dari pihak sekolah SMK Al-Khaeriyah Pengampelan, baik dari kepala sekolah, guru bahkan siswa/i nya. Kegiatan ini memberikan solusi praktis mengenai masalah pengelolaan uang jajan siswa. Siswa/i antusias dengan metode ini karena membantu mereka dalam mengelola uang dengan cara yang menyenangkan dan nyata.
Kegiatan PKM penerapan metode 50-30-20 berhasil meningkatkan literasi keuangan dan membentuk kebiasaan pengelolaan uang yang baik pada siswa. Edukasi literasi keuangan harus diberikan sejak sini dengan metode yang sederhana dan aplikatif.